titik tengah INDONESIA,

ditandai persis ditengah sebuah situs Megalitikum berupa lingkaran Batu membentuk angka Nol bernama GARUGA. Ditengah lingkaran terdapat batu yang menjadi titik pertengahan INDONESIA.

Selamat datang di Umpungeng,

Sebuah kawasan yang terjaga kemurnian alamnya sejak dulu,kini dan Isnya Allah dimasa yang akan datang. Mari kita jaga Umpungeng agar tetap menjadi sumber mata air kita bersama.

GARUGAE, symbol titik tengah INDONESIA

Lingkaran Batu yang disebut Lalebata (Garugae) merupakan situs megalitikum peninggalan sejarah Bugis.

Batu Cinta

Lubang batu yang terbentuk secara alami oleh terpaan air di pinggir sungai Batuletengnge Umpungeng.

Alam Umpungeng

Menyimpan aneka flora dan fauna yang warna warni, mari nikmati kesejukan alamnya dan jaga kelestariannya.

Kawasan pertanian

Mayoritas warga Umpungeng berprofesi sebagai Patani,sebagian besar bertani Cengkeh, sisanya menanam kopi, fanili, kemiri, pangi dan berbagai jenis umbi umbian lainnya.

Pengrajin Gula Aren?

luas areal hutan pohon aren di kawasan Umpungeng mencapai 620 ha (4% dari luas hutan) menjadikan kawasan ini sebagai sentra Gula aren.

Kus kus

Kus-kus atau orang Umpungeng menyebutnya Memu adalah hewan yang paling ramah dan juga langkah, hidup di alam liar namun jinak sama manusia.

Burung Rangkong Sulawesi

Burung Rangkong (Alo bagi orang Umpungeng)merupakan salah satu hewan endemik di Kawasan Umpungeng yang dilindungi,mari kita jaga dan lestarikan keberadaannya

Rusa Sulawesi

Rusa jenis ini hidup berkelompok dan masih bisa dijumpai di kawasan Umpungeng, hanya saja warga sering melakukan perburuan liar yang mengakibatkan Rusa Sulawesi ini terancam punah. Ayo kita lindungi!

Kawasan resapan air

Aliran 5 sungai yang bermuara pada sungai langkemme menjadi pemasok utama irigasi pertanian untuk kawasan Kabupaten Soppeng dan sekitarnya.

Aliran sungai-sungai yang sejuk dan indah

Sungainya mengalir sepanjang tahun, disepanjang sungai dipenuhi tumbuh-tumbuhan herbal yang kaya manfaat untuk obat ataupun nutrisi bagi kehidupan kita.

Hamparan bukit Umpungeng

Deretan 3 bukit menyerupai manusia yang sedang terbujur (Wuju), Inilah tanah leluhur yang hampir luput dalam sejarah.

Pesona Keindahan Air Terjun

Kejernihan dan kebersihan airnya memberi kesegaran dan kesan alam yang kuat

Donasi Pohon Aren

Ayo berpartisipasi untuk menjaga sumber mata air bersama

Pembangunan Masjid Nol Satu

Sebagai sarana ibadah ditengah kesejukan alam sekaligus sbagai simbol titik pertengahan Indonesia.

ceo

SEO Links Exchanges, Blog Link Building Service Build Your Links For Free, Links Building Service SEO Links Attitude | Free SEO Links Building Free Backlink Service, Links Building 4 Free
Tampilkan postingan dengan label Potensi Alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Potensi Alam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Agustus 2013

Kuskus Beruang Si Hewan Endemik Sulawesi

Kuskus atau dinamakan Memu bagi Masyarakat Umpungeng adalah beruang sulawesi ( Ailurops ursinus ) merupakan salah satu jenis hewan endemik pulau Sulawesi yang dilindungi oleh peraturan pemerintah no 7 tahun 1999. Hewan yang masuk dalam daftar merah spesies terancam IUCN 2008 ini adalah anggota dari genus Ailurops. Kuskus Beruang adalah hewan marsupial dan dari keluarga Phalangeridae. Bentuk tubuhnya yang besar seperti kucing bahkan bisa lebih ukurannya. Kuskus beruang ini ukurannya sangat besar dibandingkan dengan para kerabatnya di keluarga phalangeridae, oleh sebab itu mamalia ini di sebut dengan kuskus beruang karena bentuk tubuhnya seperti beruang.

Kuskus beruang aktif pada siang hari (diurnal). Sebagian besar aktivitas hariannya banyak digunakan untuk beristirahat dan tidur, sedikit waktunya digunakan untuk makan dan mengutu (grooming), waktunya untuk berinteraksi juga sangat sedikit, kegiatan tersebut dilakukan sepanjang siang dan malam. Waktu istirahatnya yang banyak digunakan untuk mencerna selulosa dari dedaunan sebagai sumber makanannya yang mengandung sedikit nutrisi. Kuskus yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Bear Cuscus, Bear Phalanger, atau Sulawesi Bear Cuscus ini terdapat di pulau Sulawesi, pulau Butung, pulau Peleng, pulau Togian, Indonesia. Kuskus beruang betina dewasa dapat melahirkan satu-sampai dua kali dalam setahun. Kuskus beruang termasuk hewan berkantung (marsupial). Anak kuskus beruang lahir dalam keadaan sangat kecil dan akan langsung menuju kantung induknya untuk dibesarkan selama sekitar 8 bulan, setelah itu akan keluar dari kantong dan hidup bersama induknya sampai siap untuk mandiri.

Pengamat bisa melakukan pengamatan ditempat sumber pakan kuskus beruang. Untuk memperbesar peluang pertemuan dengan kuskus beruang sediakan makanan favorit mereka. Makanananya terdiri dari daun dan buah, misalnya daun kayu kambing ( Garuga floribunda ), Pohon mindi ( Melia azedarach ), kenanga ( Cananga ordorata ) dan buah rao (Drancotomelon dao dan D. Mangiferum). Daun muda lebih disukai karna lebih mudah dicerna dan mengandung lebih sedikit tanin, tetapi sesekali daun yang lebih tua juga dimakan untuk memenuhi kebutuhan protein. Kadang-kadang bunga dan buah mentah juga dimakan untuk memenuhi kebutuhan protein.

Saat ini populasi kuskus beruang terus menurun dan terancam punah, karena terjadinya perburuan dan perdagangan liar. Di samping itu sebagian hutan yang merupakan habitat aslinya telah mengalami kerusakan akibat pembukaan hutan untuk areal pertanian dan pemukiman penduduk. Di asalnya sendiri kuskus beruang sering menjadi hewan buruan petani dikarenakan hewan yang sering dipanggil “Kuse” ini sering memakan daun-daun muda yang ditanami oleh petani. Hewan yang hobinya tidur ini oleh pemerintah sudah dimasukan dalam daftar hewan dilindungi dalam peraturan pemerintah no.7 tahun 1999, tetapi sampai saat ini pun pemerintah belum mampu menghentikan perdagangan satwa liar ilegal.

Meskipun masih bisa ditemui di beberapa tempat seperti di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung dan di kawasan pegunungan Lompo Battang, Pegunungan Laposo, Pegunungan Neneconang dan Desa Umpungeng (Sulawesi Selatan), populasi Kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops ursinus) diyakini mengalami penurunan drastis. Oleh karenanya IUCN Red List memasukkan Kuskus Beruang Sulawesi (Ailurops ursinus) dalam kategori Vulnerable.Berdasarkan fakta-fakta tersebut, maka usaha pelestarian dan perlindungan satwa khususnya kuskus sangat penting untuk segera dilakukan. Salah satu usaha mendukung pelestarian satwa liar adalah dengan menangkarkannya, karena melalui penangkaran dapat dipelajari dan diperoleh banyak informasi ilmiah guna menunjang konservasi baik in situ maupun ex situ.

Sampai saat ini pelestarian kuskus beruang di sulawesi masih sangat terbatas, populasinya sangat menurun dari tahun ke tahun menurut informasi dari salah satu pegawai di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sudah seharusnya menjadi tugas kita untuk melestarikan hewan endemik ini agar nantinya ditahun-tahun mendatang tidak akan terjadinya kepunahan pada hewan yang masuk dalam keluarga Phalangeridaeini. (Triambogo, peserta Ekspedisi NKRI 2013 dari Fakultas Biologi Unsoed)

Sabtu, 01 Juni 2013

Sidat, Moa Massapi, ungi, anguilla( Anguilla Marmorata )

Geli melihat boleh-boleh saja. Tapi, jika mencium aroma asap nya saat di panggang dan tahu khasiatnya, anda bakal tak sempat membayangkan rasa gelinya lagi. Itulah yang biasa dialami setiap orang ketika melihat ikan atau sidat alias anguilla ini. Badannya yang pipih memanjang sekilas mirip belut. Cuma, kalau lebih ditelisik, kepalanya ternyata berbeda. Bentuknya lebih mirip ikan lele yang ber-sungut dua. Ngerinya, pada umur setahun, bentuknya tak berbeda dengan ular. Panjangnya bisa mencapai 2-3 meter. Di Indonesia ikan ini dikenal dengan berbagai nama menurut bahasa daerah. Orang Betawi menyebutnya Moa, orang Sulawesi menyebutnya Sogili,  orang Sunda menyebutnya Lubang, sementara orang Umpungeng menyebutnya Massapi. Dalam bahasa Indonesia ikan ini disebut ikan Sidat (anguilla sp.).

Ikan sidat mempunyai banyak keunggulan. Konon, tekstur dagingnya yang lembut mampu menyembuhkan berbagai penyakit, terutama penyakit kulit. Di Jepang dan Eropa, sidat digemari karena memiliki kandungan protein, terutama vitamin A. Kandungan vitamin A sidat 45 kali lipat dari kandungan vitamin A susu sapi. Kandungan vitamin B1 sidat setara dengan 25 kali lipat kandungan vitamin B1 susu sapi. Kandungan vitamin B2 sidat sama dengan 5 kali lipat kandungan vitamin B2 susu sapi. Dibanding ikan salmon, sidat mengandung DHA (Decosahexaenoic acid, zat wajib untuk pertumbuhan anak) sebanyak 1.337 mg/100 gram sementara ikan salmon hanya 748 mg/100 gram. Sidat memiliki kandungan EPA (Eicosapentaenoic Acid) sebesar 742 mg/100 gram sementara salmon hanya 492 mg/100 gram. Masih banyak lagi kandungan zat ajaib yang terkandung dalam tubuh sidat. Tak heran, di Eropa, Amerika, Taiwan, dan Jepang, konsumsi ikan sidat cukup tinggi.

Tengoklah pasar ikan sidat sekarang. Kebutuhan dunia akan sidat saat ini sekitar 300.000 ton. Dan, khusus di Jepang, permintaannya mencapai 120.000 ton per tahun. Memang, Negeri Matahari Terbit juga membiakkan ikan jenis ini. Hanya, kini 75% di antaranya kudu diimpor lantaran benih di perairan Jepang kian menurun. Hebatnya lagi, dari 18 spesies sidat di dunia, tujuh di antaranya ada di Indonesia. Malah, diduga, nenek moyang ikan mirip belut ini berasal dari perairan Sulawesi.

Makan ikan sidat atau dikenal dengan Unagi, bukanlah makanan biasa, tetapi termasuk menu ikan berkelas di beberapa seperti di Jepang sehingga bila kita dijamu dengan hidangan makanan tersebut, menunjukkan kita sebagai tamu terhormat. Unagi merupakan suguhan makanan bagi pertemuan pembisnis besar dan terkenal atau tokoh tokoh penting . Karenanya yang terlibat dalam bisnis sidat disana adalah perusahaan besar multi nasional seperti Mitsui, Marubeni, Ssasakawa dan lainnya dan perusahaan ini baru mau bekerjasama bila kita mampu memasok kontrak diatas 5.000 ton pertahun .

Indonesia hingga saat ini belum mampu berbuat, walau ada 3 wilayah khusus di perairan kita sebagai tempat pengembangan telur ikan sidat yaitu Sulawesi (poso), Sorong Barat dan Pelabuhan Ratu.Di Umpungeng sendiri masyarakat masih berburuh Massapi secara liar, bahkan tidak sedikit oknum yang berburu besar-besaran dengan menggunakan sejenis racun untuk menguras kandungan Massapi / sidat dibeberapa sungai.  

Ikan yang menjadi santapan kalangan elite di Jepang ini kini semakin diminati pebisnis di Indonesia. Apalagi dengan terbukanya pasar ekspor sidat ke negara-negara Asia Timur (Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang). Kini, permintaan sidat sangat tinggi baik di pasar lokal maupun pasar internasional. Sayangnya permintaan yang sangat tinggi tidak diimbangi oleh ketersediaan pasokan. Beberapa supermarket besar di Jakarta masing-masing membutuhkan sidat segar 3 ton perbulan sementara yang terpenuhi baru 10 persennya, inipun pasokannya tidak kontinyu. Ini belum terhitung kebutuhan restoran dan perusahaan-perusahaan pengolah hasil perikanan.

Sumber : http://www.sidatonline.com

Minggu, 12 Mei 2013

Rusa Sulawesi di Umpungeng

Jenis Rusa ini terdapat di Umpungeng. Namun karena perburuan liar mengakibatkan Jenis hewan liar ini semakin langkah. Pada hari raya Idul Fitri 1234 H ini Penulis sempat menikmati hidangan Menu Rusa yang dihidangkan khusus oleh salah seorang anggota keluarga saya yang baru saja menangkap rusa bersama 2 grup pemburu lainnya. Ini adalah menu rusa yang kedua kalinya yang penulis nikmati setelah sekitar 20 tahun yang lalu sempat menikmati dari hasil yang sama. Rasanya gurih dan sangat berbeda dengan daging jenis lainnya. Meski dimasak dengan bumbu yang sangat terbatas namun rasanya tetap enak dan lezat, memang pantas dilindungi agar anak cucu kita kelak juga kebagian.   Kita berharap bahwa populasi hewan ini terus bertambah serta para Pemburu semakin mengurangi aktivitas perburuannya sehingga terhindar dari kepunahan.

SPESIFIKASI HEWAN:
Kelas       :  Mammalia
Bangsa     :  Artiodactyla
Suku        :  Cervidae
Jenis        :  Cervus unicolor
Makanan  :  rumput, daun, kulit kayu, buah, tumbuhan semak, umbi, ranting
Habitat     :  Padang rumput, dataran dengan ketinggian 3000 m dpl, rawa dan bukit
Distribusi  :  Sumatera, Malaya
Perkembangbiakan :  lama kebuntingan antara 7 - 8 bulan, biasanya melahirkan 1  ekor anak
Lama hidup :  Mencapai 20 tahun

Jumat, 05 Oktober 2012

Budi daya Cengkeh

Kondisi alam tropis Umpungeng sangat menguntungkan bagi masyarakat untuk bercocok tanam. Beberapa komoditi pertanian telah menjadi andalan para petani sejak bertahun-tahun, seperti misalnya jagung, beras merah, sayur-sayuran, kopi, cokelat dan cengkeh. Sejak 10 tahun terakhir mayoritas petani menanam cengkeh. Komoditi inilah yang menjadi andalan sekaligus sumber utama masyarakat Umpungeng. Dari pengalaman selama bertahun-tahun, masyarakat terus melakukan perbaikan mulai dari pola tanam yang efektif  hingga pasca panen.
  

Mayoritas petani menanam jenis cengkeh Sangsibar.

Sabtu, 01 Januari 2011

Kerajinan Rotan


Potensi rotan yang tumbuh secara liar di kawasan Umpungeng cukup besar, hingga saat ini masyarakat baru mengolah dan memanfaatkannya secara sederhana. Misalnya produk dalam bentuk Pemukul Kasur, Kursi Sederhana, Bola Takrow dan tali pengikat. Selebihnya masyarakat biasanya menebang pongkol pucuk rotan untuk di ambil dan diolah dalam bentuk makanan (Sayur Pokko). Butuh tenaga terampil untuk melatih masyarakat mengolah potensi ini dalam berbagai jenis produk kerajinan.  


Cara Budidaya Cenkeh

BUDIDAYA CENGKEH
"panduan-cara-budidaya-cengkeh-cengkih-natural-nusantara-distributor-resmi-pupuk-organik-nasa-pocnasa-hormonik-supernasa-pentana-pestona-power-nutrition-bvr-glio-metilat-plus-npk-urea"A. 

PENDAHULUAN

Cengkeh merupakan salah satu komoditas pertanian yang tinggi nilai ekonominya. Baik sebagai rempah-rempah, bahan campuran rokok kretek atau bahan dalam pembuatan minyak atsiri. Namun bila faktor penanaman dan pemeliharaan lainnya tidak diperhatikan maka produksi dan kualitasnya akan menjadi rendah. 

Usaha dalam peningkatan produksi cengkeh secara K-3 yaitu Kuantitas, Kualitas dan tetap menjaga Kelestarian lingkungan merupakan prioritas dengan beberapa proses yang akan diuraikan sebagai berikut.

B. SYARAT PERTUMBUHAN

Tanaman tumbuh optimal pada 300 – 600 dpal dengan suhu 22°-30°C, curah hujan yang dikehendaki 1500 4500 mm/tahun
Tanah gembur dengan dalam solum minimum 2 m, tidak berpadas dengan pH optimal 5,5 – 6,5. Tanah jenis latosol, andosoldan podsolik merah baik untuk dijadikan perkebunan cengkih.

C. PEMBIBITAN

Buat bedengan untuk naungan dengan lebar 1- 1,2 m dan panjang sesuai kebutuhan dengan arah membujur ke utara selatan. Kanan kiri bedengan dibuat parit sedalam 20 cm dan lebar 50 cm. Diatas bedengan dibuat naungan setinggi 1,8 m dibagian timur dan 1,2 m dibagian selatan, intensitas cahaya 75%. Benih dibenamkan pada media di polybag ukuran 15 cm x 20 cm (untuk bibit yang akan dipindahkan pada umur 1 tahun) atau ukuran 20 cm x 25 cm (untuk bibit yang akan dipindahkan pada umur 2 tahun) yang bagian bawahnya telah dilubangi 2,5 mm dengan jarak 2 x 2 cm. Media yang digunakan pasir halus, tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 2 : 1 : 1, dan berikan Natural GLIO per 20 25 kg pupuk kandang yang telah jadi dan diperam selama ± 2 minggu. Dan sebelum bibit ditanam siram tanah dengan POC NASA 5 ml/lt air atau 0,5 tutup per liter air. -Kemudian susun polybag pada persemaian yang telah disiapkan.
Penyiraman dilakukan dua kali dalam sehari. Penyiangan dilakukan 2-3 kali dalam sebulan disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Intensitas naungan perlahan-lahan dikurangi secara bertahap hingga tinggal 40% saat bibit dipindahkan ke lapang.
Pemupukan dengan NPK dilakukan dengan dosis 10 gr/pohon/tahun atau dengan Urea, SP-36 dan KCl dengan dosis masing-masing 3,5 gr/bibit/tahun . Pupuk tersebut diberikan tiap 3 bulan sekali sedangkan untuk yang didalam polibag diberikan sebanyak 1,5 bulan sekali.
Catatan : Akan lebih baik pembibitan diselingi/ditambah SUPERNASA interval 4 bulan sekali dengan dosis 1 botol untuk ± 400 bibit. 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 4 liter (4000 ml) air dijadikan larutan induk. Kemudian setiap 1 liter diberi 10 ml larutan induk tadi untuk penyiraman setiap bibit.

D. PENGAJIRAN Pengajiran dilakukan pada blok tanaman untuk memudahkan penanaman dengan jarak tanam 8 x 8 m dengan pola bujursangkar atau empatpersegi panjang.

"panduan-cara-budidaya-cengkeh-cengkih-natural-nusantara-distributor-resmi-pupuk-organik-nasa-pocnasa-hormonik-supernasa-pentana-pestona-power-nutrition-bvr-glio-metilat-plus-npk-urea"E. PENANAMAN Cangkul tanah yang telah diberi ajir dengan ukuran lubang tanam 75 x 75 x 75 cm. Lakukan penanaman pada awal musim hujan. Berikanlah pupuk kandang 25 – 50 kg yang telah dicampur dengan 1 pak Natural GLIO dan 1,5 – 2 kg dolomit, campur hingga rata. Masukan 5-10 kg campuran tersebut per lubang tanam. Masukkan bibit dan gumpalan tanahnya kedalam lubang hingga batas leher akar. Beri peneduh buatan setingggi 30 cm dengan intensitas 50%. Siramkan POC NASA secara merata dengan dosis 2-3 ml/liter air per bibit atau semprot POC NASA dosis 2 tutup/ tangki. Hasil akan lebih bagus dengan menggunakan SUPERNASA dengan cara : 1 botol SUPERNASA diencerkan dalam 2 liter (2000 ml) dijadikan larutan induk. Kemudian dalam 1 liter air ditambahkan 10 ml larutan induk kemudian diberikan untuk setiap pohonnya.

F. PEMELIHARAAN TANAMAN Pengaturan peneduh dilakukan antara 4-6 bulan sekali.

a. Pemupukan

UMUR PUPUK      MAKRO      Urea      TSP      KCl     Dolomit
0,                             5 50 25 35 50
1 100 50 75 100
2 150 75 125 150
3 200 100 150 200
4 500 200 400 400
5 750 300 600 500
6 1000 400 800 750
7 1500 500 1000 1000
8 2200 600 1250 2000
9 2600 700 1500 2500
10 3000 800 1750 2900
11 3500 900 2000 3300
12 3500 900 2250 3800
Catatan :

Bila diberikan dua periode pemberian pupuk pertama dilakukan awal musim hujan (September-Oktober) dan kedua pada akhir musim hujan (Maret-April).
Siramkan SUPERNASA atau POWER NUTRITION dosis 1 sendok makan per 10 lt air per pohon setiap 3-6 bulan sekali.
Semprotkan POC NASA dosis 3 – 4 tutup + HORMONIK dosis 1-2 tutup pertangki setiap 1-2 bulan sekali hingga umur 5 tahun.
Tambahan:
Untuk tanaman cengkeh yang sudah produksi atau berbuah gunakan POWER NUTRITION untuk meningkatkan pembuahan. Pupuk organik POWER NUTRITION adalah pupuk yang diformulasikan secara khusus untuk merangsang pertumbuhan bunga dan meningkatkan pembuahan agar lebih optimal. POWER NUTRITION dibuat dari berbagai bahan organik alami yang diproses secara khusus dengan kandungan unsur hara esensial yang sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk meningkatkan produksi cengkeh.

Cara pemakaian adalah : 3 sendok makan POWER NUTRITION dilarutkan ke dalam air di campurkan 1/2 tutup AERO 810 untuk membantu peresapan nutrisi pada akar. Selanjutnya siramkan di sekeliling perakaran tanaman. Lakukan pemupukan ini setiap 3 bulan sekali untuk hasil optimal.

b. Pengendalian Hama dan Penyakit

1. Kutu daun ( Coccus viridis )
Bagian yang diserang : ranting muda, daun muda. Gejala : Pertumbuhan yang dihisapnya akan terhenti misal ranting mengering, daun dan bunga kering dan rontok. Pencegahan gunakan PENTANA + AERO 810 atau Natural BVR.

2. Penggerek Ranting/Batang (Xyleborus sp )
Bagian yang diserang : ranting/batang. Gejala : Liang gerekan berupa lubang kecil, serangan hebat menyebabkan ranting / batang menjadi rapuh dan mudah patah.Pengendalian : Pangkas ranting/batang yang terserang, pencegahan gunakan PESTONA atau Natural BVR.

3. Kepik Helopeltis ( Helopeltis sp )
Bagian yang diserang : pucuk atau daun muda. Gejala : Biasanya pucuk akan mati dan daun muda berguguran.Pencegahan : Semprotkan Natural BVR atau PESTONA.

4. Penyakit mati bujang ( bakteri Xylemlimited bacterium ).
Bagian yang terserang : perakaran, ranting-ranting muda. Gejala : matinya ranting pada ujung-ujung tanaman.Gugurnya daun diikuti dengan matinya ranting secara bersamaan. Pengendalian : pengaturan drainase yang baik, penggemburan tanah, pencegahan kocorkan POC NASA + HORMONIK + NATURAL GLIO.

5. Penyakit busuk akar (Pytium rhizoctonia dan Phytopthora ).
Bagian yang diserang : perakaran. Gejala : pada pembibitan tanaman mati secara tiba-tiba, pada tanaman dewasa daun mengering mulai dari ranting bagian bawah. Pengendalian : bila serangan telah ganas maka tanaman yang terserang dibongkar dan dimusnahkan, lubang bekas tanaman berikan tepung belerang 200 gr secara merata, isolasi tanaman atau daerah yang terserang dengan membuat saluran isolasi, perbaiki drainase, gunakan Natural GLIO pada awal penanaman untuk pencegahan.

Catatan : Jika pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, sebagai alternative terakhir bisa digunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata Pembasah AERO 810 dosis 0,5 tutup botol per tangki

G. PANEN
Cengkih dapat mulai dipanen mulai umur tanaman 4,5 – 6,5 tahun, untuk memperoleh mutu yang baik bunga cengkih dipetik saat matang petik, yaitu saat kepala bunga kelihatan sudah penuh tetapi belum membuka. Matang petik setiap tanaman umumnya tidak serempak dan pemetikan dapat diulangi setiap 10-14 hari selama 3-4 bulan. Bunga cengkih dipetik per tandan tepat diatas buku daun terakhir. Bunga yang telah dipetik lalu dimasukkan ke dalam keranjang/karung kecil dan dibawa ke tempat pengolahan.

H. PENANGANAN PASCA PANEN

Sortasi buah. Lakukan pemisahan bunga dari tangkainya dan tempatkan pada tempat yang berbeda.
Pemeraman. Pemeraman dilakukan selama 1 hari ini dilakukan untuk memperbaiki warna cengkih menjadi coklat mengkilat.
Pengeringan. Pengeringan dapat dilakukan dengan mesin pengering yang menggunakan kayu bakar atau bahan bakar minyak.Dapat juga dikeringkan dengan cara alami yaitu pengeringan dengan matahari pada lantai beton agar kadar air menjadi 12-14%, dan dapat disimpan dan aman dari jamur.
Sortasi. Pada tahap ini cengkih dipisahkan dari kotoran dengan cara ditampi. Kemudian cengkih yang sudah bersih dimasukan pada karung dan dijahit.

Selasa, 01 Juni 2010

Umbi Umbian

Indonesia merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, namun ironi karena ternyata masih ada daerah yang penduduknya sering mengalami kekurangan pangan, penyebabnya tidak lain karena mereka kekurangan BERAS, bukan kekurangan makanan. Ini akibat dari kesalah fahaman masyarakat yang terus dibiarkan tentang kebutuhan makanan pokok yang ternyata hanya mengandalkan satu jenis tanaman sebagai sumber pangannya, yaitu BERAS. Bahkan, banyak yang bilang, kalo belum makan nasi sama saja dengan belum makan. Karena ‘kepercayaan’ inilah yang membuat kita menjadi pengimpor beras nomor 1 di dunia. Sebab, kebutuhan beras per orang di Indonesia mencapai 149 kg/tahun. Sedangkan di negara ‘maju’ kebutuhannya hanya sekitar 60-75 kg/tahunnya.

Krisis ekonomi tahun 1997/1998 memperlihatkan ketergantungan kita pada beras sebagai bahan pangan utama. Kebijakan masa orde baru pun mengarahkan pada beras sentris. Padahal sumber karbohidrat tidak melulu berasal dari beras. Sebenarnya kita banyak mengenal sumber pangan selain beras. Di Wamena, orang Dani mengenal ratusan jenis ubi jalar (hipere) mereka menyebutnya,  di Yogyakarta paling tidak ada 65 jenis umbi-umbian (termasuk talas-talasan). Juga pulau Bali yang memiliki sekitar 75 jenis umbi-umbian yang bisa dimanfaatkan, di Umpungeng sendiri tertanam banyak sekali jenis umbi-umbiyan yang memiliki kandungan karbohidrat yang tidak kalah dengan beras, seperti aneka talas, aneka ubi jalar, singkong dan yang paling khas adalah makanan "Songkolo/Sokko Siapa" makanan yang terbuat dari jenis umbi yang bernama Gadung / Uwi (dioscorea) yang orang Umpungeng biasa sebunya Siapa. Sayang, semua keanekaragaman itu tenggelam oleh dominasi beras.

Berikut jenis umbi (Karbohidrat yang Masih Terkubur) yang terdapat di Umpungeng beserta keajaiban kandungannya.

1. Ganyong ( canna edulis ker)

Ganyong ( canna edulis ker)
canna edulis ker

Jika kita ke supermarket dan menemukan tepung dengan label “Queensland Arrowroot” kita langsung percaya bahwa itu adalah tepung berkualitas. Padahal, tepung yang diproduksi massal di Quennsland, Australia ini dikenal dengan tepung Ganyong (canna edulis ker) yang mudah ditemukan di Jawa dan Sumatera.

Ganyong dikenal sejak 2500 SM sebelum penduduk Amerika Selatan mengenal jagung dan singkong. Memiliki kandungan karbohidrat lebih tinggi dari kentang, demikian juga kandungan kalsium, fosfor, dan zat besi. Mudah dicerna dan cocok sebagai makanan bayi dan orang sakit.

2.Suweg (amorphophanulatus companulatus)

amorphophanulatus companulatus

amorphophanulatus companulatus
Suweg (amorphophanulatus companulatus)

Suweg klo di Jepang biasa dijadikan tepung makanan untuk bahan baku jelly konjaku dan dry siratake (sejenis mie kering).



3.Kimpul / Wajao  (Xanthosomaviolaceum)

Xanthosomaviolaceum
Kimpul (Xanthosomaviolaceum)

Kimpul: umbi dari keluarga talas-talasan ini sebenarnya dikenal sebagai bahan baku keripik kemasan yang gurih dan lezat. Kimpul rebus dianjurkan sebagai pangan pengganti beras bagi penderita diabetes.










4. Uwi (Dioscorea)

Dioscorea
Uwi (Dioscorea)

Uwi : Setidaknya terdapat lima jenis uwi yang dikenal, yaitu: uwi wulung, uwi beras, uwi bangkulit, uwi jengking, dan uwi rondo sluku. Pengolahannya pun sederhana, dikukus, direbus, dibakar, digoreng, atau dijadikan gethuk. Uwi wulung biasa dikonsumsi penderita thypus, sementara itu dengan teknologi tinggi dapat dijadikan ekstrak untuk bahan baku kontrasepsi oral.

5. Gembili (Dioscorea esculenta)

Dioscorea esculenta
Gembili (Dioscorea esculenta)

Sama seperti uwi, gembili pun ada berbagai macam: gembili gajah, gembili teropong, gembili ketan, gembili srewot, dan gembili wulung.

Data WHO: Penderita diabetes mellitus di Indonesia tahun 2008 adalah sekitar 8 juta jiwa dan diperkirakan jumlahnya mencapai lebih dari 21 juta jiwa pada tahun 2025. Angka ini menjadikan Indonesia sebagai negara peringkat keempat penderita diabetes terbesar di dunia.



Disis lain Indonesia adalah negara penghasil singkong ke-4 dunia setelah Nigeria, Thailand, dan Brazil dengan kapasitas sekitar 21,5 juta ton/tahun. Sayangnya, meskipun sudah ada Perpres No.22/2009 tentang Percepatan Keanekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP) berbasis sumber daya lokal, umbi baru dilirik bila kelaparan melanda.

Sabtu, 01 Mei 2010

Sentra gula Aren Sulawesi Selatan


Indonesia merupakan produsen gula aren terbaik dunia, Desa Umpungeng merupakan salah satu daerah produsen gula aren terbesar di sulawesi Selatan. Meski proses pengolahannya masih menggunakan cara tradisional namun daerah ini sudah dikenal sebagai pemasok gula aren (gula merah) terbesar di Sulawesi-Selatan. Lokasi yang terisolir dan jauh dari jangkauan media informasi mengakibatkan masyarakat banyak mengalami ketertinggalan informasi dan ilmu pengetahuan. Para pengrajin gula aren pun lebih banyak menggunakan ingstin ketimbang ilmu pengetahuan dalam menentukan kwalitas gula yang dihasilkan. Akibatnya daya saing gula aren Umpungeng semakin tersisih ditengah persaingan pasar global yang semakin ketat. Dapatkah Umpungeng bertahan ditengah arus persaingan yang demikian berat? Apakah bijaksana membiarkan usaha rakyat yang sudah menjadi sumber penghidupan utama secara turun-temurun hilang begitu saja tanpa ada usaha alternatif yang lebih menjanjikan? Bukankah kebutuhan gula aren dunia saat ini semakin meningkat? Bukankah gula aren juga sangat kita butuhkan? 

Lepas dari itu semua, ada baiknya kita memahami secara dalam tentang kandungan gula aren dan segala manfaatnya. Gula aren dihasilkan dari nira pohon enau dengan pengolahan yang masih terbilang tradisional. Gula aren sudah dikenal sejak lama masyarakat Indonesia, terutama penduduk pedesaan yang masih menggunakan gula aren sebagai gula konsumi sehari-hari dibanding dengan gula tebu.

Gula aren yang dihasilkan dari bunga jantan pohon enau yang disimpah bumbung bambu dalam beberapa waktu. Kemudian menghasilkan nira yang dimasak dengan olahan tradisional untuk mendapatkan gula aren asli dan terbaik. Gula aren memiliki cita rasa yang sangat manis dibandingkan dengan gula biasa pada umumnya yang mengandung bahan pemutih gula atau campurkan pemanis buatan.

Gula aren memiliki kandungan senyawa alami tidak seperti gula biasa. Gula aren mengandung beberapa unsur kandungan senyawa seperti : vitamin B kompleks, glukosa, garam mineral dan yang paling utama memiliki kadar kalori yang cukup tinggi diselingi dengan kadar glisemik gula terendah yakni 35 GI (Indeks Glisemik).

Gula aren juga memiliki keunggulan yakni gula aren tidak secara langsung larut dalam tubuh, namun diserap secara perlahan, oleh karenanya gula aren dapat bertahan lama di dalam tubuh. Sehingga tidak secara langsung meningkat kadar gula darah dalam tubuh. Gula aren aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Gula aren yang telah dicerna di dalam tubuh akan melepaskan energi untuk tubuh dalam waktu yang cukup lama dan kandungan riboflavinnya mampu membantu melancarkan metabolisme sistem pencernaan dalam tubuh. Gula aren dapat digunakan dalam berbagai hidangan makanan atau minuman dengan mencampurkan gula aren sebagai penggantu gula tebu atau gula pasir.

Gula aren tidak seperti gula pada umumnya. Ketika konsumsi gula, gula akan memecahkan glukosa dala darah dan mampu menaikkan kadar gula darah menjadi tinggi. Berbeda dengan gula aren ketika dikonsumsi gula aren tidak secara langsung memecahkan diri menjadi glukosa secara cepat namun dengan perlahan sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah dalam tubuh sehingga aman bagi penderita diabetes.

Gula aren tidak mengandung bahan kimia negatif dalam pembuatannya. Gula aren menghasilkan rasa manis alami yang memang sudah berasal dari nira. Sehingga aman dikonsumsi bagi siapa saja termasuk penderita diabetes, maka tidak akan mengganggu produksi insulin dan dapat menentramkan kerja pankreas.

Dalam sebuah buu Perma Culture Plants di tahun 2004 menyebutkan kandungan senyawa yang dimiliki gula aren berfungsi dalam membantu menjaga dan membersihkan saluran sistem pencernaan mulai dari tenggorokan hingga ke lambung. Dengan kandungan riboflavin yang dimiliki gula aren dapat membantu melancarkan proses metabolisme dalam sistem pencernaan dan mengoptimalkan fungsi sel sehingga menghasilkan energi yang bertahan lama bagi tubuh.

Manfaat Gula Aren
Posted on March 16, 2013 by Gula Aren
Gula aren atau biasa dikenal sebagai gula merah pada umumnya. Gula aren menurut para ahli lebih baik dibandingkan dengan gula biasa yang digunakan dalam keharian seperti gula pasir. Gula aren memiliki kandungan kalori yang cukup tinggi. Gula aren mengandung kadar glukosa, protein kasar, mineral dan vitamin. Gula aren memiliki warna yang khas yakni warna kecokelatan yang disinyalir mengandung serat yang dapat diserap oleh sistem pencernaan dengan baik dan memiliki fungsi sebagai penurun kadar kolesterol.

Meski penggunaan atau konsumsi gula selalu dikaitkan dengan suatu penyakit yakni kencing manis atau penyakit gula atau dalam bahasa kedokteran dikenal sebagai penyakit diabetes mellitus karena memiliki kada gula yang cukup tinggi di dalam darah. Gula aren memiliki kadar atau tingkat Glisemik yang cukup rendah yakni sekitar 35 GI, sedangkan konsumsi gula yang disarankan adalah kurang dari 55 GI dalam sehari.

Gula aren merupakan gula yang sudah sejak lama dikenal masyarakat Indonesia. Banyak penduduk pedesaan yang menjadikan gula aren sebagai suatu sumber penghasilan yang cukup tinggi terutama di daerah jawa tengah yang merupakan produsen asli penghasil gula aren terbaik. Gula aren tidak hanya dapat dimanfaatkan sebagai gula pada umumnya yang dicampur dalam jenis makanan atau minuman atau panganan tertentu.

Di samping penggunaannya, gula aren memiliki manfaat yang cukup banyak dalam bidang kesehatan, seperti :

  1. Meningkatkan sistem imunitas tubuh
  2. Gula aren aman bagi penderita diabetes
  3. Menurunkan darah tinggi
  4. Membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah
  5. Membantu mengatasi sakit maag, asam urat dan rematik
  6. Mengobati masuk angin
  7. Membantu daya ingat dan konsentrasi
  8. Mengatasi osteoporosis
  9. Membantu dalam meringankan serangan asma
  10. Mengatasi gangguan susah tidur
  11. Membantu menurunkan tingkat stres
  12. Dengan penggunaan yang sesuai, gula aren dapat membantu melangsingkan tubuh

Gula aren yang berasal dari bunga jantan pohon enau atau dikenal dengan nira merupakan penghasil gula terbaik dengan rasa manis yang sangat tajam namun tetap aman dikonsumsi. Saat ini banyak gula biang atau gula buatan yang dicampur dengan bahan pengawet atau bahan senyawa lainnya, sehingga banyak orang tidak menyadari apakah gula yang dikonsumsinya cukup aman atau tidak.

Gula aren cukup aman dikonsumsi dibandingkan dengan gula manis pada umumnya. Gula aren selain memiliki kandungan senyawa alami seperti yang telah disebutkan. Gula aren juga memiliki kandungan nitrogen, klorida (CI), sulfur dan boron yang tidak dimiliki gula pemanis lainnya.

Gula aren memiliki tingkat glisemik yang cukup rendah, ketika mengkonsumsi gula aren, gula tidak secara langsung memecah glukosa dalam darah, namun melepaskan energi secara perlahan sehingga tidak akan terjadi kenaikan atau penurunan kadar gula secara serta merta (tiba-tiba), sehingga tidak perlu merasa khawatir kadar gula dalam darah langsung melonjak tinggi atau rendah. Oleh karenanya gula aren aman dikonsumsi oleh penderita diabetes.

Bahkan dalam sebuah penelitian yang dikemukakan oleh Philippine Food Reseacrh Institute bahwa gula aren memiliki kandung makro nutrient lebih banyak dibandingkan dengan madu dan gula tebu.

Gula Aren Untuk Diabetes
Gula aren merupakan pemanis alami yang dihasilkan dari tanaman aren. Bahan ini memiliki aroma dan rasa manis yang sangat tajam sehingga sering digunakan sebagai bahan pemanis pada pembuatan jenang dan dodol. Gula aren berasal dari nira yang dihasilkan dari tandan bunga jantan pohon enau.

Cara pembuatan gula aren
Sebelum gula aren terbentuk. Lebih dahulu mengumpulkan sari nira dari bunga jantan dalam sebuah bumbung bambu. Sebelum nira mengalami peragian dan telah terjadi fermentasi maka nira tidak dapat dibuat gula aren. Oleh karenanya, bumbung bambu harus ditambahkan laru atau kawao yang berfungsi untuk pengawet nira alami.
Setelah nira cukup terkumpul dari bumbung bambu, nira kemudian direbus di atas tungku dalam sebuah wajan besar, untuk menghasilkan gula aren berkualitas, nira lebih enak dimasak dalam sebuah tungku dengan menggunakan kayu bakar untuk menghasilkan gula aren terbaik yang berasal dari kayu aren yang sudah tua. Nira memiliki yang diolah menjadi gula aren memiliki kalori yang tinggi. Gula aren sudah terbentuk bila nira menjadi pekat, berat ketika diaduk dan kalau diciduk dari wajan dan dituangkan kembali adukan akan putus-putus. Dan kalau tuangkan ke dalam air dingin, cairan pekat ini akan membentuk benang yang tidak putus-putus.Kalau sudah begitu, adonan diangkat dari tungku dan dicetak.

Gula aren termasuk dalam jenis gula pada umumnya. Hanya yang membedakan adalah gula aren memiliki rasa manis yang sangat tajam dibandingkan gula tebu atau yang biasa dikenal sebagai gula pasir. Gula arena dapat digunakan dalam berbagai jenis makanan dan minuman, seperti kopi, teh,, susu, coklat, sereal, bubur kacang ijo dan jenis panganan lainnya.

Gula aren memiliki kandungan gizi yang lebih banyak dibandingkan gula tebu. Gula aren memiliki kandungan kalsium, yang dapat menggantikan produk susu. Gula aren lebih murah dan sehat. Gula arena juga dapat digunakan sebagai gula tebu pengganti diabetes. Meski gula identik sekali dengan penyakit diabetes mellitus. Gula aren memiliki tingkat glisemik yang cukup rendah dibanding dengan gula tebu. Oleh karenanya, gula aren dapat dikonsumsi dengan aman bagi penderita diabetes.

Gula aren dengan tingkat glisemik yang rendah yakni 35 sehingga dengan cepat makanan yang dicampur dengan gula aren berubah menjadi glukosa. Untuk mengetahui tingkat atau nilai glisemik yang dapat dijadikan suatu acuan dalam mengkonsumsi gula berdasarkan Literatur Kesehatan, yakni :
  1. Glisemik tinggi yang diubah menjadi glukosa jika nilai glisemik di atas 70 sangat rawan terhadap serangan diabetes.
  2. Glisemik sedang, jika nilai glisemik berkisar 55-69
  3. Glisemik rendah, jika nilai glisemik di bawah 55. Tingkat glisemik rendah inilah yang aman bagi penderita diabetes.


Tingkat glisemik yang dijelaskan di atas dapat dijadikan suatu acuan ketika seseorang ingin mengkonsumsi gula baik dalam bentuk makanan, minuman atau panganan kecil. Tingkat glisemik yang disarankan untuk dikonsumsi per harinya harus dibawah 55. Namun tak hanya itu, meski glisemik di bawah 55, tetap harus memperhatikan pola hidup yang sehat dengan tetap mengurangi atau membatasi asupan gula setiap harinya.

Makin rendah indeks glisemik, maka makin aman bagi pankreas untuk menghasilkan insulin secara normal. Dalam artian konsumsi gula aren aman bagi penderita diabetes, karena gula aren mengandung tingkat glisemik yang cukup rendah yakni 35. Namun penggunaan gula aren tetap harus dibatasi.

Sumber : http://gulaaren.org/

Rabu, 01 April 2009

Hasil-hasil pertanian

Tanaman obat

Kemiri

Pangi 

Kopi

Kakao

Cengkeh

Lumbung Umbi-umbian 



Testimoni Pengunjung