titik tengah INDONESIA,

ditandai persis ditengah sebuah situs Megalitikum berupa lingkaran Batu membentuk angka Nol bernama GARUGA. Ditengah lingkaran terdapat batu yang menjadi titik pertengahan INDONESIA.

Selamat datang di Umpungeng,

Sebuah kawasan yang terjaga kemurnian alamnya sejak dulu,kini dan Isnya Allah dimasa yang akan datang. Mari kita jaga Umpungeng agar tetap menjadi sumber mata air kita bersama.

GARUGAE, symbol titik tengah INDONESIA

Lingkaran Batu yang disebut Lalebata (Garugae) merupakan situs megalitikum peninggalan sejarah Bugis.

Batu Cinta

Lubang batu yang terbentuk secara alami oleh terpaan air di pinggir sungai Batuletengnge Umpungeng.

Alam Umpungeng

Menyimpan aneka flora dan fauna yang warna warni, mari nikmati kesejukan alamnya dan jaga kelestariannya.

Kawasan pertanian

Mayoritas warga Umpungeng berprofesi sebagai Patani,sebagian besar bertani Cengkeh, sisanya menanam kopi, fanili, kemiri, pangi dan berbagai jenis umbi umbian lainnya.

Pengrajin Gula Aren?

luas areal hutan pohon aren di kawasan Umpungeng mencapai 620 ha (4% dari luas hutan) menjadikan kawasan ini sebagai sentra Gula aren.

Kus kus

Kus-kus atau orang Umpungeng menyebutnya Memu adalah hewan yang paling ramah dan juga langkah, hidup di alam liar namun jinak sama manusia.

Burung Rangkong Sulawesi

Burung Rangkong (Alo bagi orang Umpungeng)merupakan salah satu hewan endemik di Kawasan Umpungeng yang dilindungi,mari kita jaga dan lestarikan keberadaannya

Rusa Sulawesi

Rusa jenis ini hidup berkelompok dan masih bisa dijumpai di kawasan Umpungeng, hanya saja warga sering melakukan perburuan liar yang mengakibatkan Rusa Sulawesi ini terancam punah. Ayo kita lindungi!

Kawasan resapan air

Aliran 5 sungai yang bermuara pada sungai langkemme menjadi pemasok utama irigasi pertanian untuk kawasan Kabupaten Soppeng dan sekitarnya.

Aliran sungai-sungai yang sejuk dan indah

Sungainya mengalir sepanjang tahun, disepanjang sungai dipenuhi tumbuh-tumbuhan herbal yang kaya manfaat untuk obat ataupun nutrisi bagi kehidupan kita.

Hamparan bukit Umpungeng

Deretan 3 bukit menyerupai manusia yang sedang terbujur (Wuju), Inilah tanah leluhur yang hampir luput dalam sejarah.

Pesona Keindahan Air Terjun

Kejernihan dan kebersihan airnya memberi kesegaran dan kesan alam yang kuat

Donasi Pohon Aren

Ayo berpartisipasi untuk menjaga sumber mata air bersama

Pembangunan Masjid Nol Satu

Sebagai sarana ibadah ditengah kesejukan alam sekaligus sbagai simbol titik pertengahan Indonesia.

ceo

SEO Links Exchanges, Blog Link Building Service Build Your Links For Free, Links Building Service SEO Links Attitude | Free SEO Links Building Free Backlink Service, Links Building 4 Free
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 April 2015

INILAH SYARAT DAN KETENTUAN PENDAMPING DESA

Pemerintah melalui Menteri Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi  akan segera melakukan perekrutanFasilitator Desa Baru untuk pendampingan dana desa dan direncanakan akan dilaksanakan pada bulan April tahu 2015 mendatang.

Menteri Desa Marwan Jafar mengatakan, untuk persyaratan pendamping desa, akan dibuat ketentuan seketat mungkin. Sehingga, kader desa akan benar-benar bisa membimbing desa dalam menjalankan program sesuai kebutuhan masing-masing. Kader pendamping desa akan direkrut langsung oleh Kementerian Desa secara sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah,"sebutnya.

Adapun pendamping desa terdiri dari; tenaga pendamping profesional,Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa, dan atau pihak ketiga. Sedangkan tenaga pendamping profesional terdiri dari; pendamping Desa, pendamping Teknis, dan tenaga ahli pemberdayaan masyarakat. 

Sementara itu, kedudukan masing-masing pendamping desa yaitu untuk pendamping teknis berkedudukan di pusat kabupaten, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat berkedudukan di pusat provinsi, dan untuk kader pemberdayaan masyarakat desa berkedudukan di desa (gampong di Aceh).

Sebagaimana disebutkan pada pasal 11 Peraturan Menteri Desa, Pembagunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 3 Tahun 2015 tentang Pendampingan Desa. Pendamping Desa bertugas mendampingi Desa dalam penyelenggaraan pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa.

Tugas Pendamping Desa, meliputi:
  1. Mendampingi Desa dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan terhadap pembangunan Desa dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  2. Mendampingi Desa dalam melaksanakan pengelolaan pelayanan sosial dasar, pengembangan usaha ekonomi Desa, pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna, pembangunan sarana prasarana Desa, dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  3. Melakukan peningkatan kapasitas bagi Pemerintahan Desa, lembaga kemasyarakatan Desa dalam hal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat Desa;
  4. Melakukan pengorganisasian di dalam kelompok-kelompok masyarakat Desa;
  5. Melakukan peningkatan kapasitas bagi Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dan mendorong terciptanya kader-kader pembangunan Desa yang baru;
  6. Mendampingi Desa dalam pembangunan kawasan perdesaan secara partisipatif; dan melakukan koordinasi pendampingan di tingkat kecamatan dan memfasilitasi laporan pelaksanaan pendampingan oleh Camat kepada Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota

Tugas Pendamping Teknis yaitu mendampingi Desa dalam pelaksanaan program dan kegiatan sektoral, meliputi:
  1. Pendamping Teknis membantu Pemerintah Daerah dalam hal sinergitas perencanaan Pembangunan Desa.  
  2. Pendamping Teknis mendampingi Pemerintah Daerah melakukan koordinasi perencanaan pembangunan daerah yang terkait dengan Desa.
  3. Melakukan fasilitasi kerja sama Desa dan pihak ketiga terkait pembangunan Desa.
  4. Sementara tugas utama Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa mencakup bantuan teknis keahlian bidang manajemen, kajian, keuangan, pelatihan dan peningkatan kapasitas, kaderisasi, infrastruktur perdesaan, dan regulasi.

Tugas Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Desa, meliputi:
  1. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat membantu Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam melakukan fasilitasi perumusan kebijakan dan peraturan terkait pemberdayaan dan pendampingan masyarakat Desa.
  2. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat membantu Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam melakukan asistensi, menyusun rancangan pelatihan dan fasilitasi pelatihan terhadap Pendamping Desa, Pendamping Teknis, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa dan pihak ketiga.
  3. Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat membantu Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dalam hal melaksanakan pengendalian pendampingan dan evaluasi pendampingan Desa
  4. Adapun tugas  dari Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa bertugas untuk menumbuhkan dan mengembangkan, serta menggerakkan prakarsa, partisipasi, dan swadaya gotong royong.

Dalam pelaksaan tugas Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa berkewajiban melibatkan unsur masyarakat desa, meliputi: kelompok tani, kelompok nelayan, kelompok pengrajin, kelompok perempuan, kelompok pemerhati dan perlindungan anak, kelompok masyarakat miskin, dan kelompok-kelompok masyarakat lain sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat Desa. By GampongRT -

Selasa, 03 Februari 2015

MUSHAB AL QUR’AN UNTUK UMPUNGENG


Silaturrahiim berbuah harapan, ya harapan untuk membangun desa Umpungeng yang lebih baik. Impian untuk mewujudkan suatu wilayah yang makmur, sejahtera berbasis nilai-nilai Islam di titik tengah INDONESIA menemui titik terang. Sebuah Lembaga Persatuan Islam “Wahda Islamiyah” yang berbasis di Makassar telah menunjukkan perhartian khususnya dibidang pembangunan Sumber Daya Manusia Pedesaan. Melalui Sekjennya, Wahda Islamiyah menyumbangkan lima buah Mushab Al Qur’an Terjemahan Bahasa Indonesia yang disampaikan kepada salah seorang warga Umpungeng di kantor Pusat Wahda Islamiyah yang beralamat di Antang Raya Makassar, Sulawesi Selatan. 
Respon Sekjen Wahdah Islamiyah Bapak Ust.Iskandar Kato,MSc. untuk segera memberi perhatian kepada Masyarakat terpencil seperti warga desa Umpungeng ini merupakan cermin dari visi lembaga Da’wah yang sejak berdirinya memang telah merangcang program khusus Tebar Da’i se Nusantara. Setelah menyimak sejumlah informasi yang disampaikan oleh salah seorang warga Umpungeng yang datang bersilaturrahiim pada tanggal 2 Februari 2015 serta menyaksikan berbagai informasi lewat internet prihal Umpungeng dengan segala potensi yang dimiliki, Ust. Iskandar memutuskan untuk memberi perhatian khusus meski masih merupakan langka awal. 

Sejumlah alasan mengapa Umpungeng layak menjadi perhatian diantaranya:
  1. Wilayah Umpungeng sangat luas, luas wilayah mencapai 38 % dari seluruh wilayah Kabupaten Soppeng.
  2. Desa Umpungeng yang merupakan bagian dari pemerintahan Kecamatan Lalabata yang berbasis di tengah Kota Soppeng namun sangat tersisih dari hiruk pikuk pembangunan baik pembangunan infrastruktur maupun pembangunan dibidang SDM.
  3. Masyarakat Umpungeng merupakan bagian kecil dari warga Muslim Indonesia yang sejak dulu berjuang sendiri menegakkan nilai-nilai Islam menurut versi dan kemampuan yang dimiliki minus bimbingan dari Mubalig apalagi oleh para Ulama.
  4. Umpungeng merupakan jantung / titik tengah Indonesia yang disimbolkan melalui sebuah situs Megalitikum berupa lingkaran batu di tengah perkampungan. Dengan posisi dan icon nasional yang sangat strategis ini Masyarakat Umpungeng memipikan suatu saat daerah nya benar-benar akan menjadi jantung hati Indonesia yang didalamnya dihuni oleh masyarakat yang ber-taqwa yakni masyarakat yang memiliki tatanan kehidupan yang baik serta berakhlakul karimah.
  5. Masyarakat yang religius serta didukung oleh potensi sumber daya alam yang exotic dan indah akan menjadi magnet bagi siapa saja yang merindukan kedamaian dan ketenangan. Dan inilah momentum yang dirindukan warga Umpungeng untuk tampil menjadi tuang rumah yang baik serta professional dalam menerima tamu yang datang dengan segala potensi ekonominya serta potensi da’wah dan pengaruh positif yang akan berdampak multiplayer efek pada kehidupan masyarakat Muslim di Indonesia.
  6. Warga Umpungeng sejak dulu memang merindukan sentuhan Ulama dan Arsitek peradaban Islam.

Penyerahan Mushab Al Quran ini merupakan symbol dan wujud keperudulian lembaga da’wah terhadap peningkatan pemahaman tata nilai Islam di seluruh lapisan masyarakat dari perkotaan hingga ke pelosok negeri bahkan hingga ke titik tengah Indonesia. By Drm



Rabu, 16 April 2014

WATANA : Solusi Pangan, Air dan Energi...

Dalam hal  kebutuhan pokok berupa pangan, air dan energi, sesungguhnya kita memiliki kombinasi sumber-sumber terbaiknya di dunia. Tetapi ironinya justru kita terbelakang dalam hal pemenuhan kebutuhannya.  Untuk pangan,  food security kita terendah di ASEAN. Dalam hal kebutuhan air, seperti laporan  McKinsey yang pernah saya kutip sebelumnya –pada tahun 2030 akan ada 25 juta orang Indonesia yang tidak mendapatkan akses air bersih dan bahkan 55 juta orang tidak mendapatkan sanitasi yang layak. Untuk energi,  ranking kita hanya berada pada urutan 63 dari 124 negara menurut World Economic Forum.


Ketika masalah-masalah diselesaikan secara sektoral dan lebih pada mengatasi gejala ketimbang akar masalahnya, maka yang kita lihat adalah sekumpulan masalah multi dimensi yang semakin ruwet tersebut di atas.

Ketika masalah kekurangan produksi pangan berupa tepung, daging, susu dlsb. diatasi dengan impor, tidak terbangun kemampuan daya tahan jangka panjang dalam hal pemenuhan kebutuhan pangan ini. Bahkan ketika negeri ini akan menambah jutaan hektar lahan persawahan untuk mengejar kebutuhan pangan, inipun bukan solusi karena  bisa diduga dari mana jutaan  hektar lahan ini diperoleh ? membabat hutan ? menebang pohon-pohon ? musibah lingkungan yang malah akan terjadi.

Air yang turun lebih dari  cukup di musim hujan, sering dilihat sebagai musibah dan bukannya berkah. Challenge untuk mengelola air sebagai berkah ini belum nampak dilakukan secara memadai oleh pihak-pihak yang terkait sehingga musibah banjir terjadi setiap tahun dan kemudian musibah kekeringan terjadi hanya beberapa bulan sesudahnya.

Kebutuhan energi hanya menjadi isu sesaat ketika partai-partai politik berebut pencitraan dan popularitas dengan menolak kenaikan harga BBM. Sementara itu belum nampak adanya perjuangan mereka untuk ketersediaan energi satu dua dekade kedepan – ketersediaan (availability) dan keterjangkauan (affordability) energi pada era anak atau cucu kita.

Lantas solusi apa yang bisa dilakukan oleh rakyat seperti kita-kita ini agar bisa berbuat untuk kita sendiri,  dan bahkan juga untuk  anak cucu  kita nanti ? Solusi dari masalah multi dimensi itu  antara lain adanya di dua kata yang sudah sangat sering kita dengar yaitu Iman dan Amal Shaleh.

Dengan iman kita akan mau berbuat untuk tujuan yang sangat panjang dan bahkan untuk bekal ketika kita sudah tidak ada di bumi ini, bukan tujuan sesaat seperti mencari bekal untuk kita sendiri saat ini. Dengan iman  pula kita bisa meyakini bahwa petunjukNya untuk mengatasi segala kebutuhan manusia itu telah tersedia, kita tinggal mengikutinya tanpa ragu.

Dengan iman yang tidak berhenti pada tataran keyakinan dalam hati, maka iman itu akan termanifestasi dalam ucapan dan perbuatan-perbuatan kita berupa rangkaian amal shaleh yang bisa menjawab tantangan jaman seperti dalam hal pangan,  air dan energi tersebut di atas.

Iman itu adalah cahaya, membuat yang semula tidak terlihat menjadi terang benderang. Solusi atas kebuntuan masalah pangan, air dan energi yang semula serba ruwet misalnya, kini bisa dilihat solusinya yang terang benderang. Begitu terangnya sampai kita semua juga bisa mulai melakukannya, sehingga setiap diri kita adalah bagian dari solusi itu – dan bukan sebaliknya malah bagian dari permasalahannya.

 WATANA : Solusi untuk kebutuhan pangan, air dan energi.

Saya coba visualisasikan rangkaian petunjukNya untuk masalah pemenuhan kebutuhan pangan, air dan energi tersebut seperti pada ilustrasi di atas. Pertama adalah dalam kondisi ekstremnya kondisi bumi – yang matipun- Allah tetap bisa hidupkan dengan hujan. Maka betapa pentingnya hujan ini, jangan sia-siakan dia dan setiap kita bisa berusaha untuk menjadi faktor pengelola air hujan, bukan sebaliknya menjadi faktor musibah dari air hujan.

Dengan peran ini kita tidak akan membuang sampah sembarangan, tidak akan membangun di tempat-tempat yang seharusnya menjadi penampungan air, tidak menggunduli hutan dlsb. Sebaliknya kita akan terdorong untuk sadar lingkungan, sebanyak mungkin menanam pohon (pekerjaan yang diperintahkan sampai kiamat terjadi !), membuat resapan-resapan air dlsb.

Kemudian fungsi-fungsi air hujan itupun dijelaskanNya dengan sangat detil antara lain melalui dua ayat berikut :

“Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebagiannya menjadi minuman dansebagiannya (menghidupkan) pepohonan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman, zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.” (QS 16:10-11).

Bila diringkaskan fungsi air hujan dalam dua ayat tersebut adalah selain untuk minum kita, dia adalah untuk menghidupkan dan menumbuhkan segala jenis tanaman keras (syajara) yang hidup jangka panjang seperti zaitun, kurma, anggur dan segala macam buah-buahan pada umumnya. Maupun tanaman-tanaman semusim (zara’a) seperti padi, gandum, jagung dlsb. Fungsi berikutnya adalah untuk menggembalakan ternak di tempat turunnya hujan dan tumbuhnya tanamana-tanaman tadi.

Kombinasi antara tanaman keras (syajara) dan tanaman semusim (zara’a) inilah yang oleh ilmu pertanian modern kemudian disebut dengan agroforestry yang sudah saya jelaskan dalam berbagai tulisan sebelumnya – bahkan menjadi buku tersendiri.

Tetapi dengan agroforestry atau yang dalam bahasa Indonesia disebut wana (hutan) tani ini masih ada yang kurang, yaitu sumber daging yang juga sangat kita butuhkan , sekaligus juga sumber pupuk yang sangat dibutuhan oleh tanaman-tanaman kita. Maka disinilah letak keindahan dan kelengkapan petunjukNya itu, yaitu Dia sisipkan ternak yang digembala di antara pepohonan dan tanaman-tanaman.

Ternak yang digembala adalah sumber daging yang paling ekonomis karena tidak perlu kerja keras manusia untuk mencarikan atau membeli pakannya. Ternak yang digembala juga menjadi pupuk yang paling efisien, karena tidak memerlukan tenaga manusia untuk memproduksinya,  menyebarkannya ataupun melakukan pemupukannya.

Maka solusi agroforestry plus grazing atau wana tani plus gembala ternak inilah yang untuk alasan kemudahan  saya singkat menjadi solusi WATANA – singkatan dari WAna TAni terNAk !

Dengan solusi WATANA yang dikembangkan berdasarkan petunjuk-petunjukNya tersebut di ataslah urusan segala macam kebutuhan pangan kita insyaAllah teratasi dengan sumber-sumber yang ada di sekitar kita, yang dimulai dari turunnya air hujan.

Lantas bagaimana dengan kebutuhan air ?, Pengelolaan air hujan menjadi mata air-mata air dan anak-anak sungai yang mengalir sepanjang tahun ini dijawab dengan ayat-ayat yang lain yaitu di Surat Yasin ayat 34 dan Surat Maryam ayat 23-24. Keduanya merupakan petunjuk akan adanya mata air dan anak sungai yang terkait dengan tanaman pohon kurma.

Bagaimana dengan kebutuhan energi ? PetunjukNya ada di surat Yasin ayat 80 dan surat Al-Waqi’ah ayat 71-72. Keduanya adalah petunjuk bahwa sumber energi-pun berasal dari pohon-pohon yang hijau.

Dari sini kita sekarang bisa melihat bahwa WATANA bukan hanya untuk solusi pangan tetapi juga solusi atas kebutuhan air dan energi yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Dan untuk ini kita semua bisa mulai berperan sesuai kemampuan serta bidang kita masing-masing. InsyaAllah. Oleh : Muhaimin Iqbal


Kamis, 04 Juli 2013

Agroforestry Untuk Mengentaskan Kemiskinan

Sebuah study di Afrika Timur yaitu Kenya, Uganda, Tanzania dan Ethiopia - dalam sepuluh tahun terakhir menunjukkan bahwa masyarakat petani miskin negeri-negeri itu bisa mengatasi kebutuhan pokoknya dengan mengubah pola bertani mereka. Disamping bercocok tanam di ladang-ladang mereka yang gersang, mereka mulai banyak menanam pohon. Konsep bercocok tanam dan menanam pohon ini merupakan bagian yang secara luas disebut agroforestry.

Agroforestry adalah prinsip ketiga dari ilmu tataguna lahan, dua yang lain adalah forestry (kehutanan) dan agriculture (pertanian). Dua hal yang selama ini selalu diurusi secara terpisah yaitu kehutanan dan pertanian, memang sudah waktunya untuk diurusi secara terintegrasi yaitu dengan agroforestry – saya belum ketemu istilah bahasa Indonesia yang tepat untuk ini.

Karena sejak di perguruan tinggi fakultas kehutanan selalu terpisah dari fakultas pertanian, kemudian di negara inipun departemen kehutanan juga terpisah dari departemen pertanian – membuat dua bidang ini seolah memang terpisah, bahkan dalam banyak hal berbeda kepentingan.

Untuk menyiapkan lahan pertanian, tidak jarang hutan ditebang atau bahkan dibakar. Padahal dengan mengorbankan hutan, kelangsungan pertanian itu sendiri juga terancam dari berkurangnya sumber-sumber mata air, dan meningkatnya suhu permukaan bumi yang membuat bertani beresiko tinggi  - dengan berkembang biaknya sejumlah microba yang semula terkendali jumlahnya.

Ilmu agroforestry berkembang berdasarkan teori bahwa setiap jenis tanaman memiliki batas maksimal dalam memanfaatkan sinar matahari untuk kegiatan photosynthesis-nya , rata-rata tanaman hanya butuh 1/10 dari sinar matahari yang diterimanya. Dengan demikian sejumlah tanaman  bisa hidup dengan baik meskipun berada di bawah atau berhimpitan dengan tanaman lainnya.

Di hutan-hutan sejumlah tanaman hidup berhimpitan satu sama lain dan semuanya tumbuh subur. Di hutan tanaman pangan (Food Forest, bagian dari Agroforestry) yang bertahan hidup 2000 tahun di Marocco – tanaman-tanaman ini bertahan ribuan tahun justru karena hidup berbagi dan berdampingan secara berlapis-lapis.

Bandingkan apa yang ada di Marocco tersebut dengan komposisi tanaman-tanaman ideal menurut para penggerak permaculture (permanent agriculture, istilah lain untuk agroforestry meskipun tidak sama persis) seperti pada ilustrasi dibawah.

Permaculture Design

Lihat kemiripannya apa yang sudah ada sejak 2000 tahun lalu tersebut dengan teorinya para ahli tanaman yang berkelanjutan. Bandingkan pula ini dengan tanaman-tanaman yang disebut secara spesifik di Al-Qur’an. Tanaman no 1 canopy-nya adalah kurma,  tanaman no 2 low tree bisa zaitun, delima atau tin.

Tanaman no 3 adalah berbagai jenis tanaman penghasil buah atau bunga yang manis dan harum yang di Al-Qur’an disebut raihaan (QS 55 : 12). Tanaman no 4 adalah berbagi jenis tanaman herbal, tanaman no 5 adalah jahe (QS 76:17) dan sejenisnya. Tanaman no 6 adalah berbagai jenis rumput-rumputan (QS 80:31) dan tanaman penutup lahan lainnya. Sedangkan tanaman no 7 adalah anggur atau tanaman merambat lainnya – yang diindikasikan dalam surat (QS 6 :141).

Perhatikan apa yang disusun para ahli permaculture atau agroforestry dengan susah payah melalui riset-riset yang panjang, ternyata semuanya sudah ada di ayat-ayat Al-Qur’an diawali dengan petunjuk di ayat berikut :
“Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain dalam memberi pangan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.” (QS 13:4)

Setelah dengan susah payah-pun para ahli menyusunnya, mereka masih miss minimal untuk satu jenis buah yang juga disebut buah kehidupan yaitu pisang. Buah yang tidak mengenal musim dan dapat mencukupi hampir seluruh nutrisi yang dibutuhkan manusia ini – harusnya mendapatkan tempat khusus dalam struktur permaculture atau agroforestry design.

Pisang disebut secara khusus di antara buah yang banyak – yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya ( QS 56 : 29-33), pasti dia memiliki tingkat kepentingan tersendiri. Dan pohon pisang inilah yang juga saya saksikan sendiri ada di antara kurma, anggur, zaitun, delima dan tin di suatu kebun di Gaza – di tempat yang pada umumnya para ahli tidak menduga pisang tumbuh, para ahli mengira pisang adalah tanaman tropis ! Bahkan di hutan tanaman pangan yang berumur 2000 tahun tersebut di atas, pisang adalah juga merupakan salah satu tanaman utamanya – padahal Marocco juga bukan daerah tropis seperti kita.

Dengan membandingkan apa yang dihasilkan para ahli dan petunjuk yang ternyata jauh lebih komplit dan terbukti secara nyata ada di beberapa tempat di permukaan bumi ini, maka semakin jelas kini kebenaran petunjuk itu. Tinggal kita mengikutinya untuk mulai membangun integrasi antara pertanian dan kehutanan kita atau yang secara umum disebut agroforestry ini.

Hanya saja berbeda dengan rancangan para ahli permaculture atau agroforestry pada umumnya, kita tidak lagi perlu menduga-duga tanaman-tanaman apa yang cocok untuk saling disandingkan dan unggul dalam sumber makanan itu. Kita tinggal membaca petunjukNya, memahaminya dan tentu saja mengamalkannya di lapangan.

Insyaallah laboratorium lapangan kita untuk ini termasuk greenhouse-nya sudah dalam proses pembangunan dan insyaAllah selesai di bulan Ramadhan, seluruh bibit tanaman-tanamn Al-Qur’an-pun Alhamdulillah telah lengkap kita kumpulkan antara lain juga dibantu para pembaca situs ini. Kini tinggal ikhtiar kita untuk perbanyakannya, agar cukup bibit nantinya bagi masyarakat yang akan menerapkan konsep Kebun-Kebun Al-Qur’an untuk agroforestry ini. InsyaAllah.
Ditulis oleh : Muhaimin Iqbal

Jumat, 01 April 2011

Akankah Umpungeng tetap menjadi sentra produk Gula Aren Sulawesi selatan?

Dusun Umpungeng, sudah lama terkenal sebagai daerah sentra produksi gula merah yang berasal dari nira phon aren. Produksi gula aren berada di daerah-daerah yang di dominasi oleh pegunungan. Dusun Umpungeng memang secara geografis terletak di kaki pegunungan antara Gunung Laposo dan Gunung Neneconang menyebabkan daerah ini banyak ditumbuhi tanaman poho aren.  Hanya saja produksi gula aren dari Dusun Umpungeng selama 15 tahun terakhir terus mengalami penurunan. Ini terjadi karena banyaknya penebangan pohon nira untuk kebutuhan lauk (Pongkol Enau). Sementara pohon pengganti membutuhkan waktu 5 – 7 tahun  baru dapat menghasilkan.

Penurunan ini terlihat dari jumlah produksi gula aren yang dapat ditampung oleh para pedagang lokal disana. Penurun produksi jauh lebih besar dibandingkan beberapa tahun yang lalu dimana seorang pedagang bisa menerima 3 hingga 5 kwintal gula aren dari petani setempat per bulannya. Gula tersebut, perbonjor atau setara 1 kilo gula aren dibeli dengan harga Rp 12 ribu. Dalam satu bonjor tersebut berisi sekitar 10 hingga 20 gula aren. Harga ini juga sering mengalami perubahan tergantung pada cuaca. Jika musim hujan, harga cenderung turun karena hujan mempengaruhi mutu gula aren. Kalau musim hujan gula sering kali terlalu lama dipetani karena sulit untuk membawa ke bandar. Apalagi medan perjalanan sangat extrim, dikhawatirkan terlalu basah  dapat mengakibatkan gula jadi cepat layu dan kualitas menurun. Jika ini terjadi, maka petani akan mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan.   

Rabu, 01 Desember 2010

The Center Point Of Indonesia Makassar.

Indonesia memiliki mega proyek kelas dunia. Beberapa mega proyek yang sudah jadi adalah jembatan Suramadu. Beberapa proyek lain akan menyusul. Ada yang masih dalam perencanaan dan ada juga yang sudah dalam tahap penyelesaian. The Center Point Of Indonesia Makassar salasatunya:

Center Point Of Indonesia Makassar akan memiliki kawasan super megah sebagai pusat bisnis, wisata dan pendidikan yang dinamakan Center Point Of Indonesia. Center Point Of Indonesia dibangun di kawasan dengan luas total 600 hektar itu akan terdapat bangunan bangunan menjulang tinggi, pusat bisnis dan pemerintahan, kawasan hiburan, hotel hotel kelas dunia yang dilengkapi dengan lapangan golf dengan view ke laut lepas dan pemandangan menakjubkan ke pulau pulau di Teluk Makassar. Di kawasan ini juga akan dibangun Istana kepresidenan yang selama ini hanya berada di Jawa dan Bali.

Istana ini nantinya berada di atas laut. Di kawasan CPI juga akan dibangun Masjid Termegah di Asia, sekelas Taj Mahal di India. Ada juga The Makassar Notradamus, yaitu taman 1000 patung Pahlawan Indonesia. Masih di lokasi yang sama, Makassar juga akan membangun Public Space atau area publik terluas di Dunia. Di lapangan nan luas ini, akan terdapat banyak kawasan hijau, tempat bermain, taman bunga, tempat beristirahat, dan tentunya pantai buatan. Di sekitar kawasan ini juga akan terdapat Waterfront dan Marinas.

Center Point Of Indonesia akan dilengkapi dengan dua jalan layang selebar masing-masing 40 meter, waterway, monorail dan busway. Monorail di CPI akan menghubungkan kawasan megah ini ke Pusat Kota Makassar, hingga ke Bandara International Sultan Hasanuddin. Jika proyek ini benar benar terwujud maka Makassar akan melampaui Jakarta dalam hal mewujudkan angkutan Mass Rapit Transport idaman itu.
Center Point of Indonesia juga akan dilengkapi dengan sebuah menara yang menyerupai Oriental Pearl Tower di Shanghai. Menara setinggi 300 meter itu akan difasilitasi dengan dek anjungan berputar.

Menara itu akan dibangun tepat di tengah-tengah proyek CPI. Selain itu, Center Point of Indonesia akan memanjakan pengunjung karena sudah terintegrasi dengan Trans Studio Indoor Theme Park, karena akan dilewati oleh jalur Monorail. Nantinya beberapa pantai dan pulau-pulau buatan di CPI juga akan dihubungkan dengan kereta gantung (Gondola) terpanjang di Asia. Jika proyek ini selesai, maka Makassar akan melesat menjadi kota metropolitan modern dan terbesar kedua di Indonesia, melampaui Surabaya. Obsesi itu jugalah yang membuat Makassar bertekat untuk menjadi kota dunia di tahun 2030.

Testimoni Pengunjung